Pulau Burung
 
-Pulau Burung-

Kamis, 9 oktober 2008
Mari kita berkunjung ke lokasi lain di Provinsi Banten: Pulau Dua atau dikenal dengan Pulau Burung. Kunjunganku ke lokasi ini adalah untuk liputan Koran Radar Banten, kolom Inspirasi bersama seorang rekan. Targetnya seorang polisi hutan atau dikenal dengan sebutan jagawana.

Pulau Dua atau Pulau Burung berada di sebelah utara Provinsi Banten, tepatnya di Desa Sawah Luhur, Kecamatan Kasemen, Serang, Banten. Jarak menuju lokasi dari pusat Kota Serang sekitar 30 Km, atau jika ditempuh dengan motor sekitar 40 menit.
Manusia-Manusia Kereta

Catatan tanggal 14 Agustus 2008
Aku baru saja datang dari Jakarta, ada rapat di kampus pagi tadi. Seperti biasa, aku menggunakan jasa kereta api untuk ke Jakarta, ke kampus lebih tepatnya. Aku makin terbiasa dengan suasana kereta, aku bahkan enggan untuk menghitung sudah berapa kali aku menginjak kereta, tapi yang pasti belum lebih dari 10 kali.. *ngitung*

Kereta yang aku maksud adalah kereta ekonomi, karena tak ada lagi jenis kereta lain yang lebih baik untuk jurusan Jakarta – Merak selain kereta ekonomi ini. Kereta menjadi alternatif alat transportasi, bisa dibayangkan, jika aku ke Jakarta dengan menggunakan bis, tiket bis adalah Rp 18.000 sementara kereta hanya Rp. 4.000. nyaris 5 kali lipat lebih mahal bis, dengan waktu dan jarak tempuh yang sama. Tapi tahukah kau apa yang ditawarkan kereta dengan harganya yang murah??

Menginjak Tanah Baduy!

Kamis, 10 Jan 2008
Pengalaman ini adalah catatan yang ditulis kembali dari catatan Januari 2008, kala itu aku masih duduk di semester 3 Kampus UIN Jakarta. Ide jalan-jalan ke Baduy adalah kelanjutan dari ide sebelumnya jalan-jalan ke Bundaran HI dan Monas. Saat aku berada di monas, terbesit ide untuk berpetualang menuju Baduy. Maka pada pagi harinya tanpa persiapan kami putuskan untuk berpetualang menuju Baduy yang berlokasi di Lebak, Banten.
Bundaran HI & Monas


Rabu, 09 Januari 2008

Bundaran Hotel Indonesia (HI) dan Monumen Nasional adalah ikon utama ibukota Jakarta. Jadi belum ke Jakarta kalau belum pernah ke Bundaran HI dan Monas. Nah, cerita ini adalah pengalaman pertamaku berjalan-jalan di Bundaran HI dan Monas a la anak-anak kosan.

Adalah rekanku Ade Andesra yang punya ide gila jalan-jalan di saat UAS ini. Saat itu malam di kosan menunjukkan pukul 19.00 WIB, Ade tiba-tiba berseru:

“Woi, daripada enggak ada kerjaan, mau enggak pada jalan-jalan keliling Jakarta? Iseng aja lah ntar juga ketemu tempat yang asyik di mana,” kata Ade, mahasiswa asal Padang.
“De, Jakarta sih itu-itu aja tempatnya, nggak ada yang aneh,” si gendut Fajar menimpali.
“Ye, kemana keq. Gw udah biasa kayak gitu jalan aja sembarangan, daripada diem di kosan,” Ade keras kepala. *batu*